EWF | Meneropong Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global
IBC menyebutkan posisi Indonesia bukan hanya sekadar bertahan saat ini. Momentum saat ini dinilai kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
IBC menyebutkan posisi Indonesia bukan hanya sekadar bertahan saat ini. Momentum saat ini dinilai kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.188 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, terdampak tekanan konflik Timur Tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, kondisi perbankan nasional dinilai masih stabil. Hal ini menjadi penopang penting bagi masyarakat yang menyimpan dana di sektor keuangan. PT Pemeringkat…
IHSG menguat 0,40% ke level 7.377,63 pada Jumat (10/4). Namun, pasar masih dibayangi aksi jual asing Rp1,8 triliun dan pelemahan Mata Uang Rupiah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan ekonomi global diperkirakan masih membayangi kawasan Asia Timur dan Pasifik sepanjang 2026. Kenaikan harga energi, konflik geopolitik, serta ketidakpastian kebijakan menjadi faktor utama yang menahan...
Komisi XI DPR RI memanggil jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat kerja untuk membahas laporan kinerja bank sentral tahun 2025.
Penguatan saham mencerminkan adanya minat beli yang lebih selektif dari investor, yang mulai melihat potensi jangka menengah hingga panjang.
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
Industri yacht charter di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, seiring meningkatnya minat wisatawan kelas atas terhadap destinasi maritim Asia Tenggara.
Indeks PMI (Purchasing Managers Index) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global tercatat turun ke level 50,1 pada Maret 2026. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian ungkap 2 tekanan besar.