EWF | Harga Minyak Melejit Usai Serangan Baru AS ke Iran
Harga minyak WTI dan Brent melejit tetapi masih di bawah US$ 100 setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak WTI dan Brent melejit tetapi masih di bawah US$ 100 setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.
Iran meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia.
Serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai empat orang lainnya di Iran barat daya.
Amerika Serikat kembali menyerang Iran setelah ketegangan di Selat Hormuz memanas. CENTCOM menyebut tiga gelombang operasi militer dalam sepekan menyasar target strategis Iran.
Militer Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran. Ledakan terdengar di dekat Desa Khondab, Iran.
MILITER Amerika Serikat mengeklaim telah menyerang sekitar 140 target di Iran dalam putaran ketiga operasi yang dilakukan pekan ini.
Amerika Serikat meluncurkan serangan terhadap 140 target militer Iran sebagai balasan atas serangan di Selat Hormuz, menargetkan rudal, drone, dan amunisi.
Rusia kembali meningkatkan intensitas serangannya ke sejumlah wilayah Ukraina pada Sabtu (11/7) waktu setempat.
Amerika Serikat mendesak Iran untuk menjamin Selat Hormuz tetap terbuka. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran resmi berakhir.
Sebuah ironi sedang melanda salah satu negara penguasa cadangan energi terbesar di dunia yakni Rusia, usai larangan total ekspor diesel.