EWF | Trump Akan Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Atas Permintaan Pakistan
Donald Trump menunda serangan terhadap Iran atas permintaan Pakistan. Militer AS tetap siaga, gencatan senjata diperpanjang hingga proposal Iran diajukan.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Donald Trump menunda serangan terhadap Iran atas permintaan Pakistan. Militer AS tetap siaga, gencatan senjata diperpanjang hingga proposal Iran diajukan.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
AS dilaporkan menunda pengiriman senjata ke sejumlah negara Eropa karena perang Iran menguras stok. Padahal Eropa importir senjata terbesar dunia.
Gencatan senjata Israel-Libanon resmi berlaku di tengah hujan roket dan skeptisisme warga. PM Netanyahu dituduh tunduk pada tekanan Donald Trump.
Pemerintahan Donald Trump bernegosiasi dengan GM dan Ford untuk produksi alutsista di tengah perang Iran-Ukraina. Anggaran pertahanan diusulkan naik US$1,5 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID, NGANJUK -- Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menekankan pentingnya penerapan konsep smart city sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan Usaha Mikro Kecil dan...
Strategi akuisisi kian menjadi andalan pelaku industri ritel farmasi untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Di tengah riuhnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, Korea Utara (Korut) diam-diam mengembangkan kemampuan produksi senjata nuklir.
Tiongkok membantah tuduhan AS soal suplai senjata ke Iran dan memperingatkan balasan jika Donald Trump nekat menerapkan tarif 50 persen di tengah krisis Selat Hormuz.