EWF | Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran: Tidak Ada Artinya
Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan. Namun, blokade laut tetap berlanjut dan memicu ketegangan baru.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan. Namun, blokade laut tetap berlanjut dan memicu ketegangan baru.
Presiden AS Donald Trump menilai gencatan senjata dengan Iran positif untuk memperkuat militer AS. Namun, ia mengancam serangan bom jika kesepakatan gagal.
Harga minyak dunia tetap menguat di tengah keputusan Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan menunda pembicaraan damai lanjutan.
Presiden Donald Trump menolak perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Ketegangan di Selat Hormuz memicu krisis energi global dan ancaman perang terbuka.
Donald Trump menunda serangan terhadap Iran atas permintaan Pakistan. Militer AS tetap siaga, gencatan senjata diperpanjang hingga proposal Iran diajukan.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
AS dilaporkan menunda pengiriman senjata ke sejumlah negara Eropa karena perang Iran menguras stok. Padahal Eropa importir senjata terbesar dunia.
Gencatan senjata Israel-Libanon resmi berlaku di tengah hujan roket dan skeptisisme warga. PM Netanyahu dituduh tunduk pada tekanan Donald Trump.
Pemerintahan Donald Trump bernegosiasi dengan GM dan Ford untuk produksi alutsista di tengah perang Iran-Ukraina. Anggaran pertahanan diusulkan naik US$1,5 triliun.