EWF | Wapres AS JD Vance Sebut Kesepakatan dengan Iran Masih Ganjal Poin Nuklir
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan masih ada poin krusial yang mengganjal perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, terutama terkait isu pengayaan uranium.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan masih ada poin krusial yang mengganjal perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, terutama terkait isu pengayaan uranium.
KORPS Garda Revolusi Islam menyatakan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) menjadi target utama serangan balasan Iran pada Kamis (28/5) menyusul serangan militer AS terhadap wilayah Iran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya nilai tukar rupiah mendekati level Rp17.800 per dolar AS tidak masuk akal.
Wamentan sebut kondisi itu menunjukan pasokan ternak nasional dalam kondisi baik, sekaligus gambaran daya tahan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan APBN tetap kokoh meski 1 Dolar ke Rp17.830. Simulasi skenario terburuk telah disiapkan ketika rupiah melemah
Sebagai contoh, pada tahun lalu, Woori Bank Korea mendukung likuiditas BWS dengan melakukan suntikan dana sebesar US$500 juta.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit dipicu efek psikologis setelah pengumuman kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam melalui...
Wamenkeu Juda Agung menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh dari situasi krisis jika melihat berbagai indikator makroekonomi yang ada.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia membutuhkan sumber pembiayaan baru untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional di tengah besarnya kebutuhan pendanaan pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.…
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tingkat depresiasi rupiah masih jauh lebih baik dari beberapa dekade lalu.