EWF | Anomali Saham BBCA, Pengamat: Ibarat Pungut Mercy dengan Harga Avanza
Pelemahan saham BBCA inline dengan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang melemah hingga 15.79% secara year to date (YTD) hingga 8 April 2026.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Pelemahan saham BBCA inline dengan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang melemah hingga 15.79% secara year to date (YTD) hingga 8 April 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 4,42 persen ke 7.279 pada perdagangan Rabu (8/4) sore.
Salah satu kesepakatan RUPS Tahunan PT Bank Sumut (Perseroda) Tahun Buku 2025 adalah pemegang saham menyetorkan kembali 15 persen deviden 2025 sebagai modal di 2026.
IHSG ditutup turun 0,26% ke 6.971,02. Transaksi sepi Rp13,5 triliun, dengan investor asing mencatat pembelian bersih Rp1,78 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona merah pada sesi terakhir perdagangan, meski sempat dibuka rebound.
Aksi jual saham dari investor asing terjadi di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (6/4/2026), mencerminkan tekanan dari sentimen global dan domestik.
IHSG rawan melanjutkan koreksi pada pekan ini, dengan sentimen utama dari konflik Timur Tengah. Sederet saham berpeluang tangguh pada kondisi tersebut.
Prajogo Pangestu jadi sorotan setelah saham BREN masuk daftar emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi versi BEI, ini dampaknya bagi investor.
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 menunjukkan volatilitas tinggi, dengan sejumlah saham mencatat kenaikan tajam.