EWF | Mata Uang Asia Berpesta Pekan Ini, Tapi Rupiah Justru Terpuruk
Mayoritas mata uang Asia menguat sepekan ini. Yen Jepang bahkan melesat 3,83%, sedangkan rupiah terkoreksi 0,31% dari dolar AS.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Mayoritas mata uang Asia menguat sepekan ini. Yen Jepang bahkan melesat 3,83%, sedangkan rupiah terkoreksi 0,31% dari dolar AS.
Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.100 per dolar AS belum tentu berlanjut ke Rp18.500 dalam waktu dekat menurut analis. Berikut faktor penentunya.
Analis menilai pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global maupun respons pemerintah terhadap berbagai isu domestik.
Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky juga mengingatkan, bahwa tekanan ekonomi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Rupiah menguat 89 poin menjadi 18.022 per dolar AS pada Jumat, ditopang penurunan harga minyak dan meredanya ketegangan Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (31/7/2026) usai terdongkrak 89 poin atau sekitar 0,59%.
Rupiah ditutup menguat 89 poin di level Rp18.022 pada Jumat (31/7). Penguatan didorong sentimen positif putusan MK terkait anggaran MBG dan proyeksi inflasi.
Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp18.022 per dolar AS pada Jumat (31/7) sore, menguat 89 poin atau 0,49 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Bank Indonesia (BI) memastikan komitmen menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Rupiah menguat 37 poin ke 18.074 per dolar AS pada Jumat pagi. Pasar mencermati konflik AS-Iran dan data ekonomi Amerika Serikat.