EWF | Asia Kebakaran Hebat, Ringgit – Rupiah Paling Parah, 2 Negara Selamat
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026).
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026).
Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam sebesar 8,69% sepanjang periode perdagangan 2-5 Juni 2026.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 0,39 persen ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak rincian data dan analisis pergerakannya.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.110 per dolar AS pada Senin (8/6) pagi, melemah 104 poin atau 0,58 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Nilai tukar rupiah diprediksi masih melemah dalam beberapa waktu ke depan bahkan bisa menembus Rp 19.000 per dolar AS.
Tekanan yang terus terjadi di pasar keuangan Indonesia tercermin dari koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mendekati 40% dari puncaknya pada Januari 2026.
Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan mendorong Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah-langkah stabilisasi.
Depresiasi rupiah telah menciptakan efek polarisasi yang tajam dan berdampak ke industri yang mengandalkan bahan baku impor.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah bisa terus melemah menjadi 19 ribu per dolar pada akhir Juni.
Ekonom menilai strategi penguatan rupiah yang disampaikan Bos Bank Indonesia dan Purbaya pada Sabtu (6/6) mampu memberi sentimen positif ke pasar.