EWF | Bahlil: Indonesia Belum Punya Industri Logam Tanah Jarang
Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia belum memiliki industri khusus logam tanah jarang meski mineral tersebut terdapat sebagai komoditas ikutan.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia belum memiliki industri khusus logam tanah jarang meski mineral tersebut terdapat sebagai komoditas ikutan.
Indonesia memiliki potensi investasi jangka panjang yang kuat, tapi perlu konsistensi kebijakan untuk menarik kepercayaan investor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersifat sebagai pemberi masukan tanpa...
Amerika Serikat (AS) bergantung pada minyak untuk nilai mata uang, kondisi geopolitik diprediksi guncang stabilitas dolar AS.
Di tengah persaingan ketat ponsel kelas 4-5 jutaan Rupiah, Samsung Galaxy A26 mencoba menawarkan keseimbangan antara performa chipset terbaru dan kualitas visual.
OAZE menjadi kawasan terintegrasi terbaru di Cikarang yang menggabungkan hunian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan ruang usaha.
China tidak hanya menguasai tambang dan pabrik pemurnian logam tanah jarang (rare earth), tetapi juga menyiapkan sumber daya manusianya
Indonesia kantongi investasi Rp 32 triliun dari 93 proyek hidrogen yang disiapkan untuk mendorong transisi energi dan pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan hidrogen diyakini memperkuat swasembada energi, hilirisasi industri, dan target net zero emission Indonesia.
Banyak lulusan akuntansi bisa menjelaskan konsep SAK EP dengan lancar di atas kertas, tapi ditanya soal bukti kompetensi diakui industri jawabannya kosong.