EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Bahan Baku Plastik masih Impor, Industri Nasional Terancam Gejolak Global
Industri petrokimia nasional masih menghadapi tantangan besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Industri petrokimia nasional masih menghadapi tantangan besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
Kebijakan bebas bea masuk impor bahan baku plastik atau nafta masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Bahan baku dari China, Korea Selatan hingga Thailand memukul industri petrokimia domestik. Padahal industri ini dinilai serap banyak tenaga kerja.
Industri petrokimia dan plastik nasional menghadapi tekanan akibat meningkatnya impor bahan baku plastik asal China yang diduga dijual dengan harga dumping.
Kebijakan itu diambil untuk menjaga daya saing industri di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Pemberian insentif bagi sektor industri hulu plastik diharapkan berdampak positif terhadap industri hilir, khususnya sektor makanan dan minuman.
Pemerintah resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi untuk semester II 2026 dengan membebaskan bea masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) bagi industri petrokimia
Di program ini, Bank Mandiri berperan sebagai penyedia ekosistem dan infrastruktur digital, dengan teknologi pengumpulan dan pengolahan plastik oleh Plasticpay.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lonjakan harga plastik nasional dinilai menyingkap persoalan mendasar dalam struktur industri petrokimia Indonesia yang selama ini belum terselesaikan. Ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku membuat industri domestik...
Mendag Budi Santoso menyebut impor bahan baku plastik berupa nafta dari Amerika Serikat (AS) dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2026.