EWF | Kementerian ESDM Isyaratkan Harga Pertamax Berpeluang Turun
Kementerian ESDM memastikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax bisa turun mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan harga keekonomian pasar.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Kementerian ESDM memastikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax bisa turun mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan harga keekonomian pasar.
Juru Bicara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dwi Anggia memastikan harga BBM nonsubsidi akan ikut turun jika harga minyak dunia merosot.
Kesepakatan damai AS-Iran memicu penurunan harga minyak dunia. Pengamat ekonomi UGM menilai pemerintah semestinya segera menurunkan harga BBM Pertamax.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebut mempertahankan harga Pertamax di bawah harga keekonomian berpotensi membebani anggaran negara.
Kenaikan harga Pertamax mempengaruhi daya beli masyarakat dan konsumsi yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi.
Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menjelaskan kenaikan harga Pertamax dipicu lonjakan minyak dunia dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite bagi masyarakat dalam kondisi cukup dan tersedia.
Kenaikan harga Pertamax per 10 Juni 2026 sebesar 32% memicu reaksi publik. Pakar ekonomi sarankan pemerintah gunakan pendekatan komunikasi empatik dan jujur.
Tantangan ekonomi masyarakat saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan sekadar kenaikan harga BBM non-subsidi.
Ardi meminta PT Pertamina dan pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, tetap aman dan mudah diakses oleh masyarakat.