EWF | BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen selama kuartal I 2026.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen selama kuartal I 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan di pasar saham berlanjut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 6.956,80 dalam sepekan terakhir atau melemah 2,52 persen. Sepanjang 2026, penurunan sudah mencapai 19,55...
BPS melaporkan impor emas dan perhiasan dari Australia melesat hingga 469 persen pada periode Januari-Maret 2026 dibandingkan tahun lalu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai perlindungan pekerja berbasis platform seperti mitra pengemudi ojek online (ojol) harus berjalan beriringan...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan pemerintah memangkas komisi perusahaan aplikasi ojek daring maksimal delapan persen mendapat respons dari pelaku industri. Manajemen inDrive Indonesia menyatakan masih mencermati implementasi aturan baru tersebut melalui...
BPS mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,42 persen pada April 2026 secara tahunan (yoy) dan inflasi 0,13 persen secara bulanan (mtm).
IHSG dibuka menguat tajam 97 poin ke posisi 7.053 pada perdagangan Senin pagi. Simak analisis pergerakan bursa saham selengkapnya di sini.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (Modantara) merespons pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). RI 1...
CORE Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 5,25-5,35 persen ditopang prospek pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
Kinerja jasa asuransi Tugure tercatat sebesar Rp192,2 miliar per Desember 2025, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yaitu Rp8,9 miliar.