EWF | Beda Nasib Mata Uang Asia: Ringgit Perkasa, Rupiah – Yen Sengsara
Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (4/5/2026).
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (4/5/2026).
Analis menilai penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan rupiah.
Sejumlah emiten terpantau masih mengalami penguatan di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan, 20-24 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah masih dibayangi sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.…
Analis mengatakan rupiah masih ditutup menguat meski tidak sebesar pada sesi awal perdagangan.
Analis mengatakan rupiah masih ditutup menguat meski tidak sebesar pada sesi awal perdagangan.
Rupiah menguat ke Rp 17.126 per dolar AS didorong optimisme perundingan damai AS-Iran dan melemahnya dolar global.
Dolar Amerika Serikat (dolar AS) menguat terhadap rupiah hingga sentuh 17.090 pada Selasa (7/4/2026).
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 menunjukkan volatilitas tinggi, dengan sejumlah saham mencatat kenaikan tajam.
Harga emas dunia menguat seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah. Begini prediksi harga emas.