EWF | Perang AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD116 per Barel
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas diperkirakan akan mendorong lonjakan harga minyak mentah dan emas dunia pada pekan depan.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas diperkirakan akan mendorong lonjakan harga minyak mentah dan emas dunia pada pekan depan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta persetujuan Kongres untuk tambahan anggaran pertahanan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komite Bilateral Saudi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mohamad Bawazeer mengungkapkan perang yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang didukung Israel sangat mengganggu...
Kadin mengatakan dampak perang Iran-AS telah merusak kegiatan perekonomian di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump beberapa kali melontarkan ucapan yang berbeda soal perang antara AS-Israel dengan Iran. Salah satunya terkait penutupan Selat Hormuz.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbincang dalam sambungan telepon. Keduanya mendesak agar perang dihentikan.
Pelaku usaha kini cenderung bersikap wait and see dengan mempertimbangkan secara matang risiko yang bisa ditanggung pemerintah dan potensi imbal hasil (return) sebelum mengambil keputusan investasi.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Rimawan Pradiptyo menilai situasi panas geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran saat ini momen tepat bagi Indonesia membatalkan perjanjian dagang Agreement on Regulatory…
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Kamis (2/4) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan meningkatkan eskalasi perang di Iran.
Presiden AS Donald Trump terus-terusan membuat pernyataan terkait penutupan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran. Pernyataan Trump kerap berubah-ubah.