EWF | Pengamat Minta Pemerintah Gerak Cepat Redam Gejolak Harga di Pasar
Kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini memicu tekanan riil yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat akar rumput.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini memicu tekanan riil yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat akar rumput.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepastian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai menjadi salah satu sentimen positif yang mendorong penguatan pasar keuangan domestik. Stabilitas di sektor fiskal dianggap penting...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kritik pengusaha Jepang Yutaka Tokunaga terkait banyaknya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Indonesia-Jepang yang tidak berujung pada realisasi proyek dinilai tidak mencerminkan keseluruhan kondisi investasi Jepang di...
Rupiah anjlok ke Rp 18.129 per dolar AS hari ini. Pengamat memprediksi kurs mata uang Garuda berpotensi tembus Rp 19.000 pada akhir Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID membangun pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat agenda hilirisasi mineral nasional sekaligus...
Rupiah menguat ke Rp 17.805 per dolar AS saat libur berkat kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE), meski dibayangi risiko pelemahan akibat sentimen global.
PENGAMAT pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah bisa menyentuh Rp18.000 per dolar AS pada pekan depan. Sementara hingga hari ini (29/5) pukul 11.13, rupiah melemah 39 poin
Kombinasi pelemahan rupiah ke level Rp 17.794 per dolar AS dan lonjakan harga minyak dunia mulai memicu gelombang PHK massal di Indonesia.
Pengamat politik Rusia Vadim Popov menyerukan pembatasan Masha and the Bear karena dinilai bertentangan dengan nilai tradisional dan pola asuh.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menyebut pelemahan rupiah tak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai ekonomi suatu negara. Sebab, selain fluktuasi nilai mata uang, harus dilihat...