EWF | Pengamat Ungkap Rupiah Sempat Menguat Efek Kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Rupiah menguat ke Rp 17.805 per dolar AS saat libur berkat kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE), meski dibayangi risiko pelemahan akibat sentimen global.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Rupiah menguat ke Rp 17.805 per dolar AS saat libur berkat kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE), meski dibayangi risiko pelemahan akibat sentimen global.
PENGAMAT pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah bisa menyentuh Rp18.000 per dolar AS pada pekan depan. Sementara hingga hari ini (29/5) pukul 11.13, rupiah melemah 39 poin
Kombinasi pelemahan rupiah ke level Rp 17.794 per dolar AS dan lonjakan harga minyak dunia mulai memicu gelombang PHK massal di Indonesia.
Pengamat politik Rusia Vadim Popov menyerukan pembatasan Masha and the Bear karena dinilai bertentangan dengan nilai tradisional dan pola asuh.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menyebut pelemahan rupiah tak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai ekonomi suatu negara. Sebab, selain fluktuasi nilai mata uang, harus dilihat...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmi Radhi menilai kebijakan pemerintah yang mulai mengarahkan subsidi kendaraan listrik berbasis nikel atau nickel manganese cobalt (NMC) menjadi langkah strategis...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait βorang di desa tidak pakai dolarβ perlu disampaikan secara lebih hati-hati di...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melanjutkan tren pelemahan hingga sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS. Mata Uang Garuda diprediksi berpotensi menembus posisi Rp...
Pemerintah uji coba CNG kemasan 3 kg untuk kurangi ketergantungan impor LPG. Pengamat nilai CNG berpotensi pangkas 50% impor gas nasional.
Hingga bulan kelima tahun 2026, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum mempublikasikan laporan tahunan untuk tahun anggaran 2025.