EWF | Pakar Ekonomi Ungkap Pemicu Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir, hingga menembus Rp 17.000. Apa pemicunya?
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir, hingga menembus Rp 17.000. Apa pemicunya?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan keputusan pemerintah menaikkan sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per 18 April 2026 sudah tepat....
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai sebagai sebuah langkah yang tepat. Ekonom energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menegaskan, kebijakan...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kalangan pakar dan peneliti energi menilai langkah Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama pasokan energi dengan Rusia sebagai keputusan taktis yang patut diapresiasi. Kesepakatan yang dicapai melalui pertemuan...
Dengan mengamankan suplai energi, pemerintah secara tidak langsung sedang meredam potensi gejolak sosial akibat inflasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai Indonesia bisa memperoleh minyak dengan harga 59 dolar AS per barel dari Rusia, lebih murah daripada harga minyak…
Lonjakan harga minyak global hingga US$100 per barel tekan APBN Indonesia. Pakar soroti dilema subsidi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi.
Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga avtur hingga 80%, berdampak serius pada sektor transportasi dan logistik di Indonesia. Penyesuaian biaya diperlukan.
Overthinking dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi tertekan, stres, hingga situasi sosial ekonomi.
Paparan media sosial yang terlalu dini berisiko mengganggu regulasi emosi, pembentukan identitas diri, hingga menurunkan kualitas interaksi sosial nyata.