EWF | Trump Sebut Pembangkit Nuklir Iran Masuk Daftar Target Serangan AS
KETEGANGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer berikutnya.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
KETEGANGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer berikutnya.
Kepala IAEA Rafael Grossi memastikan inspeksi nuklir di Iran akan tetap dilakukan sesuai perjanjian damai awal dengan AS, meski Teheran sempat melontarkan bantahan.
Kepala badan pengawas nuklir PBB memastikan bahwa inspeksi di situs-situs nuklir Iran akan dilakukan.
Rusia menyebut senjata nuklir sebagai satu-satunya benteng yang mencegah dunia terjerumus ke dalam perang global.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan inspektur nuklir akan kembali ke Iran untuk memusnahkan uranium. Donald Trump tegaskan Iran sepakat tanpa senjata nuklir.
Iran bersikeras mempertahankan pengayaan uranium dan kendali Selat Hormuz dalam draf kesepakatan dengan AS, meski Donald Trump mengklaim perjanjian segera diteken.
Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengerahkan skuadron kapal selam bertenaga nuklir ke pelabuhan angkatan laut strategis di Australia tahun ini.
Militer Rusia menggelar latihan senjata nuklir yang dimulai pada Selasa (19/5) waktu setempat, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Rusia dan Belarusia menggelar latihan nuklir bersama pada Senin (18/5), di tengah jalan buntu dengan AS terkait pengendalian senjata nuklir.
Direktur Jenderal Rosatom State Corporation Alexey Likhachev bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (12/5).