EQUITYWORLD SSC : Harga Minyak Dunia Melonjak 8%, Brent Terancam Tembus USD 100 per Barel!
Ketegangan di Timur Tengah memuncak pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, memicu kenaikan harga minyak mentah hingga USD 72,57 per barel.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Ketegangan di Timur Tengah memuncak pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, memicu kenaikan harga minyak mentah hingga USD 72,57 per barel.
Harga minyak dunia mengalami lonjakan hingga sembilan persen pada Senin (2/3) karena dampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Memanasnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran mengerek harga minyak dunia.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok Crude Palm Oil (CPO) nasional aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng.
Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan harga minyak dunia tak terhindarkan setelah pecahnya perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Bila harga minyak tembus US$ 100 per barel, pemerintah bakal menghadapi dilema. Tidak menaikkan harga BBM bersubsidi atau menaikkannya.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai lonjakan harga minyak mentah hingga 82 dolar AS per barel tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah
Investor menyesuaikan strategi, dengan perusahaan migas AS dan China mendominasi market cap.
Harga minyak dunia melonjak imbas konflik Timur Tengah. Trump mengatakan perang kemungkinan bakal berlangsung selama empat minggu.
Ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia setelah tiga kapal diserang di Selat Hormuz.