EQUITYWORLD SSC : Ini yang Bakal Terjadi Setelah Minyak Tembus USD 100
Harga minyak dunia mengalami volatilitas tajam dan sempat melonjak hingga hampir USD 120 per barel.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia mengalami volatilitas tajam dan sempat melonjak hingga hampir USD 120 per barel.
Pemerintah diminta segera melakukan langkah mitigasi fiskal menghadapi lonjakan harga minyak dunia serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Pemangkasan produksi terjadi setelah jalur strategis Selat Hormuz terganggu konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3/2026) rebound atau berbalik menguat mengikuti pergerakan bursa global. Penguatan dipicu oleh isyarat Presiden Amerika Serikat...
Konsumsi minyak dunia masih sangat terkonsentrasi pada sejumlah negara dengan ekonomi besar dan populasi tinggi
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Group of Seven (G7) yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang telah memberi sinyal kemungkinan melepaskan cadangan minyak darurat di tengah meningkatnya…
Harga minyak dunia sempat melonjak hampir USD 120 per barel sebelum akhirnya turun setelah Trump menyebut AS mempertimbangkan mengambil alih Selat Hormuz.
Harga minyak dunia melonjak tajam seiring eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Artikel mengenai respons Donald Trump terkait harga minyak yang melejit ini menjadi artikel top 3 di kanal Bisnis.
Perang dengan Iran memicu lonjakan harga minyak global. Pemerintahan Trump kini kelabakan mencari cara meredam harga BBM yang mengancam ekonomi domestik AS.