EWF | Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Ancaman Donald Trump di Selat Hormuz
Harga minyak Brent dan minyak AS merangkak naik setelah Donald Trump mengancam akan mengambil alih Selat Hormuz jika negosiasi dengan Iran buntu.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak Brent dan minyak AS merangkak naik setelah Donald Trump mengancam akan mengambil alih Selat Hormuz jika negosiasi dengan Iran buntu.
Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Sabtu (20/6) memicu kekhawatiran baru terhadap kenaikan harga minyak dunia setelah sebelumnya pasar global.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sepakati pakta baru. Iran diizinkan menjual minyak di pasar terbuka untuk pertama kali sejak 2018.
Pada 2026, dewan juri APQ Awards menganugerahkan penghargaan tertinggi Platinum kepada 40 gugus, disusul predikat Gold pada 53 gugus, dan Silver untuk 27 gugus.
Harga minyak dunia kembali naik setelah perundingan Amerika Serikat (AS)-Iran di Swiss batal digelar.
Pembicaraan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss ditunda menimbulkan ketidakpastian, dan mempengaruhi harga minyak dunia.
Beragam inovasi Perwira Pertamina dalam pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular membuktikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Warga Moskow, ibu kota Rusia, mengeluhkan hujan minyak hitam setelah gelombang serangan drone terbesar Ukraina menghantam kilang minyak setempat.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 46 sen atau 0,6 persen menjadi US$76,14 per barel.
Harga minyak dunia beragam usai Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.