EWF | Harga Minyak Dunia Masih Bertahan Dekat Level US$100 per Barel
Harga minyak dunia turun tipis ke US$99,97 per barel pada perdagangan Jumat (24/7), tetapi bersiap mencatat kenaikan mingguan tajam.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia turun tipis ke US$99,97 per barel pada perdagangan Jumat (24/7), tetapi bersiap mencatat kenaikan mingguan tajam.
Harga minyak dunia tembus US$100 per barel, dipicu konflik geopolitik. Indonesia waspada terhadap dampak lonjakan harga dan beban subsidi energi.
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus memanas. Kini, ketegangan itu terjadi karena perkara jual minyak.
Harga minyak dunia tembus US$100 per barel akibat konflik Timur Tengah. Kenaikan ini dipicu ketegangan di Selat Hormuz dan dampaknya pada ekonomi global.
Harga minyak dunia melonjak 2 persen ke level tertinggi US$96 per barel dalam lebih dari enam pekan pada perdagangan Kamis (23/7).
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3% setelah AS menilai Iran tidak serius mencapai kesepakatan damai dan konflik kembali memanas.
asar hari ini akan mencermati dampak keputusan BI menahan suku bunga, perkembangan uang beredar (M2), serta menanti keputusan suku bunga ECB.
Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 30 sen atau 0,36 persen ke level US$84,64 per barel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi impor minyak Rusia tahap pertama telah dilakukan melalui Lemigas untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Bahlil buka suara soal masuknya 770 ribu barel minyak mentah Rusia ke Indonesia. Tegaskan tak melanggar aturan dan stok BBM aman.