EWF | Rupiah-Won Kompak Menguat, Pimpin Asia Kalahkan Dolar
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cukup bervariasi pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/4/2026).
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cukup bervariasi pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/4/2026).
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.126 per dolar AS pada perdagangan Selasa (21/4) pagi, menguat 39,7 poin atau 0,23 persen dibandingkan sebelumnya.
Analis menilai, kombinasi sentimen domestik dan global mendukung penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, (20/4/2026).
Salah satu faktor eksternal yang memengaruhi perkembangan nilai tukar rupiah adalah kembali ditutupnya Selat Hormuz.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona merah pada sesi terakhir perdagangan, usai sempat dibuka menguat.
Analis menilai penguatan rupiah dipengaruhi oleh keputusan Pertamina (Persero) menaikkan sebagian harga BBM nonsubsidi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada Senin pagi menguat 34 poin atau 0,20 persen menjadi Rp 17.155 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.189 per dolar...
Penguatan rupiah didorong oleh kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi beban APBN.
Rupiah menguat ke Rp 17.155 per dolar AS didorong kenaikan harga BBM non subsidi. Namun, ketegangan Selat Hormuz masih jadi risiko pasar.
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi di Bursa Efek Indonesia, seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia.