EWF | Rupiah Menguat ke Rp17.696 per dolar AS Pagi Ini
Analis memperkirakan rupiah menguat dengan adanya harapan perdamaian perang di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump memutuskan menunda menyerang Iran.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Analis memperkirakan rupiah menguat dengan adanya harapan perdamaian perang di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump memutuskan menunda menyerang Iran.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 21 poin ke level Rp17.696 pada perdagangan Senin (25/5) pagi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat pekan depan seiring perbaikan fundamental ekonomi nasional. Menurut dia, pergerakan IHSG...
Untuk emas perhiasan dengan kadar 17K hingga 18K, harga jual saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp2,5 juta per gram, tergantung model, berat, dan ongkos produksi.
Dolar AS menguat dan menekan rupiah. Berikut dampaknya terhadap masyarakat mulai dari inflasi hingga biaya impor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat pada Juli hingga Agustus 2026 setelah sempat tertekan hingga menyentuh Rp 17.700 per dolar AS. Keyakinan itu...
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menerangkan, kejatuhan kurs rupiah yang terjadi belakangan ini murni disebabkan oleh hantaman sentimen eksternal.
Gubernur BI Perry Warjiyo yakin rupiah menguat bertahap mulai Juli 2026 didorong faktor musiman dan penyesuaian BI Rate jadi 5,25% demi stabilitas ekonomi.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat dan kembali ke posisi 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, (20/5/2026).
Pada perdagangan hari ini, mayoritas saham mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 197 saham menguat, sementara sebanyak 495 saham melemah dan sebanyak 124 saham tercatat stagnan.