EWF | Harga Minyak Meledak 2,3 Persen ke US$111 Usai Trump Ancam Iran
Harga minyak dunia melonjak 2,3 persen ke US$111 pada perdagangan Senin (18/5) usai ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Iran.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia melonjak 2,3 persen ke US$111 pada perdagangan Senin (18/5) usai ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Iran.
Produksi emas China turun 3,3% di Q1 2026, sementara permintaan melonjak 4,4%. Pergeseran konsumsi ke emas batangan dan koin memicu spekulasi harga.
Produksi emas China dilaporkan merosot tajam, ketika Beijing sebagai konsumen emas terbesar di dunia mencatatkan lonjakan permintaan yang luar biasa.
Utang pemerintah Amerika Serikat terus membengkak dari waktu ke waktu. Ke depan, nilainya diproyeksikan bisa menembus level yang sangat fantastis.
Harga minyak dunia kembali melonjak pada Kamis (30/4) buntut kebuntuan upaya diplomasi untuk mengakhiri perang Iran vs AS dan Israel tidak membuahkan hasil.
Donald Trump mengklaim fasilitas minyak Iran akan meledak dalam tiga hari karena blokade laut AS. Namun, para pakar membantah teori tersebut.
Ledakan di pabrik kimia Nizhnekamskneftekhim, Rusia, menewaskan 2 orang dan melukai 72 lainnya. Kebakaran berhasil dipadamkan, penyelidikan sedang berlangsung.
Gerakan No Kings mengguncang Amerika Serikat setelah aksi massa serentak digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian pada Sabtu (28/3).
Pasar keuangan Indonesia melemah, dengan IHSG turun 0,37% dan Rupiah tertekan. Fokus pasar hari ini pada data inflasi AS dan dampak konflik global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan defisit APBN 2026 mencapai Rp 135,7 triliun, meningkat 342% akibat belanja negara yang merata sepanjang tahun.