EWF | Alasan OJK Ingin Kredit Bank ke Program Prioritas Pemerintah
Pembiayaan bagi program pemerintah dimuat dalam Pasal 13 huruf h dalam lampiran Rancangan Peraturan OJK.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Pembiayaan bagi program pemerintah dimuat dalam Pasal 13 huruf h dalam lampiran Rancangan Peraturan OJK.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini membuat kebijakan anyar tidak lagi mencatatkan kredit di bawah Rp 1 juta dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Tujuannya adalah mempermudah...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menegaskan relaksasi kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang tidak mencatat tunggakan pinjaman di bawah Rp1 juta, bukan untuk menghindari catatan…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat kebijakan anyar mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah berupa penyediaan tiga juta rumah. Kebijakan tersebut...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengeluarkan kebijakan khusus terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam rangka mendukung program rumah subsidi bagi masyarakat. "Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman...
Platform pinjaman daring (pindar) Kredit Pintar berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar program edukasi Pindar Mengajar di Universitas Riau.
Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit infrastruktur 30,8% di awal 2026, dukung pembangunan nasional dan tingkatkan konektivitas ekonomi.
Berdasarkan kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yakni 12,78 persen yoy, diikuti DPK yang tumbuh 13,18 persen secara tahunan menjadi Rp10,1 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Februari 2026 sebesar 9,37% secara tahunan (year on year/yoy), sedikit melambat dibandingkan Januari 2026.
OJK menyampaikan kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh sebesar 9,37% menjadi sebesar Rp8.559 triliun secara year-on-year.