EWF | Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih JadiΒ Penekan
Rupiah melemah ke Rp 17.030 per dolar AS dipicu konflik Israel-Lebanon dan kenaikan harga minyak global.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Rupiah melemah ke Rp 17.030 per dolar AS dipicu konflik Israel-Lebanon dan kenaikan harga minyak global.
Meski Indonesia mampu memproduksi sekitar 70 persen kebutuhan kertas lokal, industri ini masih bergantung pada impor pulp.
World Bank atau Bank Dunia mengatakan, konflik di Timur Tengah sudah berujung pada biaya karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
KETERSEDIAAN pupuk di dalam negeri tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan di Selat Hormuz, Timur Tengah, yang berdampak pada jalur perdagangan internasional.
Perang Iran memicu keretakan di dalam NATO. Eropa kian cemas Donald Trump bisa menjauh, bahkan keluar dari aliansi militer terbesar di dunia itu.
Menurut OJK, jika konflik di Timur Tengah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka perbankan akan menghadapi risiko peningkatan kredit macet.
Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global.
IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah menjadikan Danantara sebagai salah satu motor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah melanjutkan tren pelemahan di atas level Rp 17.000 per dolar AS. Terkoreksinya mata uang Garuda terjadi seiring dengan adanya kekhawatiran terhadap pasokan energi akibat...