EWF | Harga Nikel Diprediksi Menguat, Konflik Timur Tengah jadi Pemicu
Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas akan mempengaruhi harga nikel. Harga nikel berpotensi sentuh level segini.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas akan mempengaruhi harga nikel. Harga nikel berpotensi sentuh level segini.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Kamis (16/7) menyatakan telah menyelesaikan gelombang terbaru operasi ofensif terhadap Iran.
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah AS kembali memblokade pelabuhan Iran dan melancarkan serangan baru di sekitar Selat Hormuz.
Meski ditutup melemah pada Jumat, harga minyak Brent naik 5% dan WTI 4% sepekan akibat memanasnya tensi geopolitik AS-Iran di Selat Hormuz.
Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (10/7/2026). Salah satunya megenai rupiah.
Rupiah melemah 52 poin ke 18.066 per dolar AS pada Kamis pagi. Konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak menekan mata uang negara berkembang.
Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah saling serang di Selat Hormuz. Presiden Trump beri peringatan keras saat stabilitas pasokan minyak dunia terancam.
Indef memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 berpotensi melambat ke kisaran 5 persen.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA โ Institute for Development of Economics & Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mengalami perlambatan sebesar 0,21 persen apabila konflik Timur Tengah yang disertai dengan lonjakan...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA โ Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (23/6/2026) mengatakan bahwa biaya konflik Iran mencapai sekitar 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1.433 triliun) Namun, menurutnya tidak seberapa...