EQUITYWORLD SSC : Konflik Timur Tengah Memanas, OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Siaga
OJK meminta seluruh lembaga jasa keuangan meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipatif guna memitigasi dampak lanjutan dinamika global.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
OJK meminta seluruh lembaga jasa keuangan meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipatif guna memitigasi dampak lanjutan dinamika global.
Menlu Sugiono memastikan pemerintah mulai menyiapkan langkah evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PAN DPR, Putri Zulkifli Hasan, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran vs Amerika Serikat-Israel. Pasalnya, konflik itu bisa berdampak terhadap perekonomian dunia. Putri…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati perkembangan konflik antara Israel-AS dan Iran yang mengguncang pasar keuangan global. Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi menyampaikan...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga awal tahun ini di tengah dinamika global.
OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik yang masih berlanjut pada awal tahun ini.
Harga emas naik 0,4% di tengah konflik Timur Tengah yang meluas. Investor memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Indef menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran di Timur Tengah berisiko memperlebar defisit APBN.
MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada kenaikan harga BBM.
Ketegangan di Timur Tengah imbas saling serang Iran dan AS-Israel mulai berdampak serius bagi Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan.