EQUITYWORLD SSC : Trump Klaim Iran di Ambang Kekalahan Perang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran saat ini berada di ambang kekalahan. Trump pun meminta pasukan AS meningkatkan serangan.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran saat ini berada di ambang kekalahan. Trump pun meminta pasukan AS meningkatkan serangan.
LPS resmi memulai proses likuidasi BPR Koperindo Jakarta Pusat. Nasabah diminta tetap tenang dan memenuhi syarat 3T agar simpanannya dapat dibayarkan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan berpotensi berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan banyak pihak. Hal ini disampaikan pengamat energi dan lingkungan, Kurt Cobb,…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelolaan klaim yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri asuransi. Tanpa sistem klaim yang transparan dan akuntabel, keberlanjutan industri dinilai sulit terjaga. Direktur…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol. Hal itu guna mendukung kelancaran arus mudik.
Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran selama perang berlangsung.
Mendag Budi Santoso memastikan harga dan pasokan sejumlah komoditas masih terpantau stabil di berbagai daerah.
Pentagon mengumumkan bahwa militer AS telah menewaskan seorang pejabat Iran yang memimpin unit yang merencanakan pembunuhan Presiden Donald Trump.
UTUSAN khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengeklaim Iran memiliki 460 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60% atau cukup untuk membuat 11 bom nuklir.
Donald Trump mengungkapkan alasan di balik serangan AS ke Iran. Ia mengklaim langkah ini diambil untuk mendahului serangan Teheran yang dianggap "gila".