EWF | Triwulan I-2026, Industri Manufaktur Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
Di tengah dinamika global, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen secara tahunan ini menunjukkan ketahanan struktur ekonomi domestik yang tetap resilien.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Di tengah dinamika global, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen secara tahunan ini menunjukkan ketahanan struktur ekonomi domestik yang tetap resilien.
Industri pengolahan RI tumbuh 5,04% pada kuartal I-2026, ditopang nonmigas dan sejumlah subsektor yang mulai menguat.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Diversifikasi bahan baku dinilai menjadi kunci menghadapi gangguan geopolitik di Selat Hormuz. PT Chandra Asri Group memanfaatkan kemitraan strategis dengan Glencore, salah satu pedagang komoditas global dan produsen…
INDUSTRI keramik nasional menghadapi tekanan berat pada awal 2026. Kombinasi gangguan pasokan gas dan pelemahan nilai tukar rupiah dinilai semakin menggerus daya saing sektor ini.
Industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas sebagai faktor utama keberlangsungan bisnis.
Donald Trump luncurkan Project Freedom untuk buka Selat Hormuz. Industri pelayaran ragu, harga minyak dunia melonjak hingga US$114 per barel.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada April lebih dipengaruhi oleh gangguan rantai pasok global. “Kita melihat divergensi…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Generasi muda mulai diperkenalkan pada peran strategis sektor kelapa sawit sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus sumber peluang kerja di masa depan. Edukasi sejak bangku sekolah dinilai penting...
Eks anggota Ariaz, Jang Hyo-gyeong, ungkap praktik “sugar daddy” dan tekanan di industri K-Pop yang memicu kontroversi.
ISEAI menyebut masuknya Danantara ke struktur pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), serta potensi keterlibatan dalam Grab, memicu spekulasi merger.