EWF | INDEF: Sektor Midstream Percepat Hilirisasi Mineral Kritis
INDEF mendorong pengembangan industri midstream mineral kritis seperti produksi rangka aluminium, kaca temper, kabel tembaga, dan kontak listrik.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
INDEF mendorong pengembangan industri midstream mineral kritis seperti produksi rangka aluminium, kaca temper, kabel tembaga, dan kontak listrik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menyatakan pemerintah perlu menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi agar penguatan kurs rupiah...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kenaikan signifikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) sebesar 32,1 persen menjadi...
Kenaikan harga Pertamax mempengaruhi daya beli masyarakat dan konsumsi yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut turun dari level 9.200 ke 5.900, mendekati kondisi...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai implementasi Local Currency Transaction (LCT), penguatan orientasi ekspor, diversifikasi rantai pasok, serta efisiensi operasional menjadi langkah efektif...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF Rizal Taufikurrahman mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 secara makro memang terlihat kuat. Namun,...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan eskalasi perang Israel-AS melawan Iran mulai memberi tekanan terhadap ekonomi Indonesia. Risiko utama dinilai datang dari lonjakan harga...
Menurutnya, dengan relatif damainya kawasan Asia Tenggara, Indonesia bisa mengkapitalisasi suasana aman ini untuk memikat investor.
Berkaca kepada teori ekonomi, katanya, subsidi yang diberikan kepada komoditas itu sampai kapanpun pasti akan ada celah pemanfaatan.