EWF | RI “Kuasai” 3 Jalur Perdagangan Global, Jika Ditutup Matilah Dunia
Prabowo menegaskan Selat Malaka, Sunda, dan Makassar punya peran besar dalam jalur energi dan perdagangan Asia Timur, tak kalah strategis dari Hormuz.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Prabowo menegaskan Selat Malaka, Sunda, dan Makassar punya peran besar dalam jalur energi dan perdagangan Asia Timur, tak kalah strategis dari Hormuz.
Bank Dunia nilai Indonesia tetap stabil meski terdampak perlambatan ekonomi global.
Bank Dunia menyoroti bahwa faktor risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik saat ini bukanlah besaran tarif perdagangan, melainkan tingginya tingkat ketidakpastian.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan ekonomi global diperkirakan masih membayangi kawasan Asia Timur dan Pasifik sepanjang 2026. Kenaikan harga energi, konflik geopolitik, serta ketidakpastian kebijakan menjadi faktor utama yang menahan...
Ekonomi Indonesia tetap solid di tengah gejolak global. Pemerintah optimistis pertumbuhan tembus 5,5% didukung konsumsi kuat, stabilitas fiskal, dan kebijakan energi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan kondisi perekonomian global pada 2026 terguncang, dipengaruhi berbagai faktor mulai dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) hingga peperangan di Timur Tengah. Kondisi...
Laju kenaikan harga minyak mentah dunia dalam 12 bulan terakhir (Rate of Change/ROC) menyentuh angka 91% atau mendekati ambang batas krusial 100% yang secara historis menjadi pendahulu setiap krisis pasar…
Penguatan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi strategi penting bagi perbankan dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang meningkat.
Simak informasi terkini harga perak Antam dan global pada 5 April 2026 yang menunjukkan stagnasi setelah penurunan tajam.
Konflik kawasan, ketegangan energi, serta fragmentasi perdagangan internasional mendorong volatilitas harga energi, mengganggu rantai pasok global dan menahan laju penurunan inflasi.