EWF | Bitcoin Melaju di Tengah Gejolak Timur Tengah, Ungguli Emas dan Saham
Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian besar pada pasar keuangan global yang berdampak pada koreksi tajam aset aman konvensional.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian besar pada pasar keuangan global yang berdampak pada koreksi tajam aset aman konvensional.
Konflik di Timur Tengah bisa memicu volatilitas harga energi global serta biaya logistik perdagangan.
Kebijakan memungkinkan sumber daya vital seperti minyak, gas alam, pupuk, dan batu bara mengalir bebas ke pelabuhan Amerika Serikat (AS) selama enam puluh hari.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan fundamental industri perbankan nasional tetap kuat dalam menghadapi ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah. βKetahanan perbankan tetap kuat sehingga diperkirakan…
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Ketegangan di kawasan Teluk telah memicu situasi yang dalam dunia hukum dan bisnis disebut sebagai Force Majeure, termasuk untuk perjalanan umrah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA β Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar keuangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya gejolak ekonomi dan geopolitik global. Data aktivitas transaksi dan aliran dana investor menunjukkan...
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Group of Seven (G7) yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang telah memberi sinyal kemungkinan melepaskan cadangan minyak darurat di tengah meningkatnya…
Harga minyak mentah Brent jatuh dari level tertinggi empat tahun setelah Donald Trump memberi sinyal berakhirnya konflik di Iran dan rencana penguasaan Selat Hormuz.
BEI menyatakan gejolak pasar saham Indonesia yang terjadi kali ini polanya cenderung sama dengan tekanan pada April 2025.