EWF | Rupiah Melemah ke Rp17.357 Akibat Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Nilai tukar Rupiah tertekan ke level Rp17.357 per dolar AS pagi ini dipicu ketegangan militer AS-Iran di Selat Hormuz dan penantian data NFP.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Nilai tukar Rupiah tertekan ke level Rp17.357 per dolar AS pagi ini dipicu ketegangan militer AS-Iran di Selat Hormuz dan penantian data NFP.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan masih bergulirnya eskalasi perang antara Iran vs AS-Israel di Timur Tengah telah menyebabkan sektor keuangan terdampak. OJK melakukan stress test untuk mendeteksi...
KETIDAKPASTIAN geopolitik yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir mendorong volatilitas harga berbagai komoditas strategis, mulai dari energi hingga logam mulia.
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Kamis (2/4) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan meningkatkan eskalasi perang di Iran.
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp...
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
Menurut Azis, letak geografis Selat Hormuz yang menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia menjadikannya titik paling rawan dalam geopolitik modern.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai eskalasi konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu dampak berantai terhadap stabilitas...
Kadin Indonesia menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global.