EQUITYWORLD SSC : 10 Perusahaan Gas Terbesar di Dunia Berpesta di Tengah Perang Iran
Gas alam adalah komoditas energi vital bagi perekonomian global, dengan beragam kegunaan. AS memimpin produksi, namun perusahaan Asia dominan dalam volume.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Gas alam adalah komoditas energi vital bagi perekonomian global, dengan beragam kegunaan. AS memimpin produksi, namun perusahaan Asia dominan dalam volume.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai lonjakan harga minyak dunia yang mendekati 93 dolar AS per barel meningkatkan tekanan terhadap kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) di...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang Iran serta mendapat tindakan balasan memicu dampak besar terhadap kawasan sekitar Iran. Kondisi tersebut mengakibatkan gejolak harga minyak mentah...
Abad ke-6 hingga ke-7 Masehi menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah dunia.
Pemerintah mulai mempertimbangkan opsi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia.
HARGA minyak dunia melonjak setelah Qatar memperingatkan seluruh produksi minyak dan gas di kawasan Teluk berpotensi terhenti dalam beberapa hari jika konflik Timur Tengah terus berlanjut.
Harga minyak dunia (Brent) bertahan di level tinggi US$84 per barel usai serangan IRGC di Selat Hormuz. Simak dampak ke harga BBM subsidi & kurs Rupiah hari ini.
KEPALA Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol meredam kekhawatiran terjadinya krisis minyak dunia di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah imbas penutupan Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak dunia dalam sepekan terakhir membuat beban APBN semakin meningkat.
Perang Amerika Serikat (AS) versus Iran yang semakin memanas, membuat negara-negara kaya minyak di kawasan Teluk dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk meninjau kembali investasi besar mereka di luar negeri.