EQUITYWORLD SSC : Harga Minyak Dunia Bisa Tembus US$130 jika Konflik tak Mereda
Harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melonjak ke level US$130 per barel jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terus mengalami eskalasi.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melonjak ke level US$130 per barel jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terus mengalami eskalasi.
Harga minyak WTI dan Brent kompak turun pada Selasa, (10/3/2026).
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum akan mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyusul masih berfluktuasinya harga minyak dunia.
Dupoin Futures memproyeksikan harga emas dunia berpotensi naik menuju area resistance di kisaran US$5.245 per troy ounce dalam waktu dekat.
Harga minyak dunia sempat melonjak hampir USD 120 per barel sebelum akhirnya turun setelah Trump menyebut AS mempertimbangkan mengambil alih Selat Hormuz.
Harga emas dunia turun lebih dari 1% karena penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi di tengah konflik Timur Tengah.
Harga minyak dunia melonjak tajam seiring eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan harga BBM subsidi tak naik dalam waktu dekat meski harga minyak dunia melonjak. Pemerintah pilih pantau kondisi sebulan ke
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji dampak kenaikan harga minyak mentah dunia ke harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Diketahui, pada Senin (9/3/2026) pagi, harga minyak…