EWF | Dolar Mengamuk Lagi: Won, Ringgit, Yen Hingga Rupiah Ambruk Berjamaah
Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026).
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026).
Analis mengatakan rupiah berpotensi kembali berada di bawah tekanan seiring penguatan dolar AS.
Ada satu hal yang masih menjadi simbol utama pengaruh AS di dunia, yakni dolar AS.
Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya sebagai mata uang cadangan utama dunia saat ini.
Rupiah berhasil menutup perdagangan terakhir pekan ini di zona hijau.
Nilai tukar rupiah menguat 0,18 persen ke Rp17.963 per dolar AS pada Jumat (3/7) sore.
Analis memprediksi pergerakan rupiah cenderung akan fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah, ditopang sentimen eksternal dan internal sebagai penggerak.
Analis mengatakan dolar AS menguat di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga.
Rupiah melemah ke Rp 17.978 per dolar AS pada Kamis pagi. Tekanan datang dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (2/7/2026).