EWF | Rupiah Diprediksi Menguat, Minat Investor ke Emerging Market Meningkat
Nilai tukar rupiah diprediksi menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset emerging market, didukung melemahnya indeks dolar AS.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Nilai tukar rupiah diprediksi menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset emerging market, didukung melemahnya indeks dolar AS.
IHSG diperkirakan masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.
Nilai tukar Rupiah diprediksi melemah di kisaran Rp17.900-Rp17.950 per dolar AS hari ini (29/6) akibat antisipasi data NFP AS dan sentimen suku bunga global.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melanjutkan pelemahan dalam beberapa hari terakhir. Diprediksi, pada akhir pekan ini, Mata Uang Garuda berpotensi kembali menembus level Rp 18.000...
Analis memperkirakan IHSG masih rawan melemah lagi pada perdagangan hari ini, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.
Dua gempa besar yang mengguncang Venezuela diperkirakan memicu kerugian ekonomi hingga US$100 miliar atau sekitar Rp1.795,92 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Kamis (25/6).
Pengamat ekonomi UGM dan Menkeu memproyeksi harga Pertamax turun pada Juli 2026 seiring penurunan harga minyak dunia ke level US$80.
Rupiah hari ini diproyeksi fluktuatif cenderung melemah di tengah penantian pasar terhadap data ekonomi terbaru The Fed.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (23/6).