EWF | BI Pastikan Cadangan Devisa Indonesia Kuat dan Memadai
Bank Indonesia menyebut cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 mencapai US$146,2 miliar dan tetap kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan eksternal nasional.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Bank Indonesia menyebut cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 mencapai US$146,2 miliar dan tetap kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan eksternal nasional.
Cadangan devisa RI tercatat USD 146,2 miliar pada April 2026. BI menilai level tersebut menunjukkan ketahanan eksternal tetap kuat.
Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
BI meningkatkan intervensi pasar valas dan menaikkan bunga SRBI demi menjaga rupiah serta menarik modal asing masuk ke Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa April 2026 sebesar US$146,2 miliar. Penurunan dipicu pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi rupiah.
Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan cadangan devisa mencukupi untuk intervensi dalam jumlah besar.
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) wajib disetor ke Himbara dan dikonversi ke rupiah maksimal 50%.
Kemenko Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah juga tidak ingin pasokan sawit untuk program B50 dapat menimbulkan benturan kepentingan.
Perang AS-Iran menggerus cadangan devisa banyak bank sentral. China mencatat penurunan terbesar hingga RI juga ikut turun.