EWF | Asia Teriak Krisis Energi, China Tak Mau Jadi “Penyelamat”
Tekanan energi di Asia Tenggara kian terasa ketika aliran pupuk dan bahan bakar dari China tersendat.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Tekanan energi di Asia Tenggara kian terasa ketika aliran pupuk dan bahan bakar dari China tersendat.
Krisis Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah mendorong China mengalihkan strategi pasokan energinya dengan kembali melirik impor minyak mentah dari Amerika Serikat.
Tensi geopolitik di Timur Tengah kini mempengaruhi pasar Asia. Tiongkok menunjukkan ketahanan lebih baik berkat stabilitas politik dan pemulihan ekonomi.
ASEAN mendorong percepatan penyusunan Code of Conduct di Laut China Selatan untuk stabilitas ekonomi dan keamanan. COC penting untuk mencegah konflik.
Air China kembali buka penerbangan Beijing-Pyongyang setelah 6 tahun, tanda Korea Utara mulai terbuka.
Perang AS dan Israel terhadap Iran mengganggu aliran minyak dan gas dunia hingga menyebabkan Asia Tenggara kelabakan. China mencoba mengambil peran.
Harga batu bara jatuh tiga hari beruntun di tengah ambruknya harga energi.
China menyesuaikan kenaikan harga bensin dan solar untuk mengurangi beban pengemudi. Selain itu, negeri tirai bambu ini juga hati-hati kelola pasokan.
Taiwan akan absen dari pertemuan WTO di Kamerun setelah protes terhadap penyebutan nama pulau. Kementerian Luar Negeri menegaskan hak partisipasi Taiwan.
Pemerintah China mendesak warga negara Tiongkok untuk meninggalkan Israel. Situasi di Israel disebut semakin memburuk.