EWF | Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Sektor energi Amerika Serikat (AS) ternyata menyimpan kerapuhan di tengah tensi tinggi geopolitik Timur Tengah.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Sektor energi Amerika Serikat (AS) ternyata menyimpan kerapuhan di tengah tensi tinggi geopolitik Timur Tengah.
Di indeks kesiapan AI dari PwC, sektor tambang berada di dalam posisi paling rendah. Hal ini menunjukkan ada gap investasi, infrastruktur data, tata kelola.
Cadangan devisa menjadi salah satu benteng pertahanan penting bagi sebuah negara.
Presiden AS Donald Trump telah mengakui bahwa cadangan minyak global akan habis dalam waktu sekitar empat minggu jika tak ada kesepakatan dengan Iran.
Persediaan produk minyak di Singapura merosot ke level terendah sejak 13 tahun terakhir seiring berlanjutnya gangguan pasokan energi dari Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Bos BI menegaskan posisi cadev masih berada pada level aman dan bahkan melebihi standar kecukupan internasional yang ditetapkan IMF.
Bank sentral membantah spekulasi yang menyebut cadangan devisa mulai menipis akibat intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan cadangan devisa Indonesia saat ini masih lebih dari cukup untuk intervensi menstabilkan rupiah.
Cadangan devisa RI turun ke US$144,9 miliar pada Mei 2026. Namun, begitu juga dengan Jepang, Korea Selatan, dan Filipina turut mengalami penurunan.
Pasar tidak hanya memperhatikan besarnya cadangan devisa, tetapi tren penurunannya yang terjadi di tengah pelemahan rupiah dan koreksi pasar keuangan domestik.