EWF | Sebulan Perang AS-Iran: Rial Loyo Lawan Dolar, Naik Tipis dari Rupiah
Sebulan perang AS-Iran membuat rial masih tertekan terhadap dolar AS. Meski begitu, mata uang Iran tercatat menguat tipis terhadap rupiah.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Sebulan perang AS-Iran membuat rial masih tertekan terhadap dolar AS. Meski begitu, mata uang Iran tercatat menguat tipis terhadap rupiah.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas diperkirakan akan mendorong lonjakan harga minyak mentah dan emas dunia pada pekan depan.
Pasar keuangan dan energi global kembali terguncang, sementara bursa saham di kawasan Asia berguguran seiring dengan memanasnya konflik AS-Israel dengan Iran yang kini memasuki pekan kelima.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketegangan geopolitik global kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik global, tetapi juga...
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai mulai berdampak langsung terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Harga minyak global melonjak lebih dari 50% dalam sebulan sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Melihat data historis yang pernah terjadi sebelumnya, Konflik AS versus Iran berpotensi mempercepat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) hingga menyentuh Rp20.400 per dolar AS.
OJK memperingatkan potensi kenaikan risiko industri asuransi umum akibat konflik geopolitik. Sektor marine cargo hingga properti diprediksi paling terdampak.
Lebih dari 100.000 warga Inggris berisiko kehilangan pekerjaan akibat gejolak pasar pasca serangan Amerika Serikat atau AS-Israel ke Iran.