EWF | Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah-Ringgit Ambruk, Yen Menguat
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/6/2026).
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/6/2026).
Harga emas anjlok lebih dari 4% seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa perang yang didukung Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan meluas.
Harga emas dan perak jeblok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.
Kelanjutan perang, neraca perdagangan China dan AS menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.
Tekanan berat pada rupiah dan pasar saham dipicu oleh ketegangan Selat Hormuz, isu outlook utang Indonesia, hingga intervensi BI.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih akan menghadapi badai tekanan yang hebat dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Harga perak dunia jatuh 8,2% dalam sehari, terendah sejak Maret 2026. Penurunan disebabkan lonjakan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Harga emas anjlok sekitar 3% setelah serangkaian kabar buruk menghantam sang logam mulia.
Harga emas anjlok sekitar 3% setelah serangkaian kabar buruk menghantam sang logam mulia.
Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, anjlok tajam pada Jumat atau Sabtu dini hari waktu Indonesia (5/6/2026).