EWF | IHSG Ramai Jelang Lebaran, Tapi Tetap Ambruk, Terburuk dalam 10 Tahun
Transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 17 Maret 2026, hari terakhir bursa buka sebelum libur panjang lebaran tembus Rp24 triliun
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 17 Maret 2026, hari terakhir bursa buka sebelum libur panjang lebaran tembus Rp24 triliun
Harga batu bara ambruk dan gagal memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak mentah dunia
Mayoritas mata uang negara-negara Teluk tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pasar modal Indonesia mengalami penyesuaian tajam, dengan IHSG turun 24,6% dalam dua bulan. Berbagai faktor negatif memicu tekanan pasar yang signifikan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026). Sempat menembus level psikologis di angka Rp17.006, rupiah akhirnya turun 39 poin.
Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), pelaku pasar memperkirakan BI masih akan kembali menahan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini.
IHSG dibuka negatif, turun 2,07% ke 6.989,27. Banyak saham mengalami penurunan signifikan, dengan top losers mencapai 14%. Likuiditas transaksi bervariasi.
Pergerakan mata uang negara-negara Asia cenderung bervariasi pada perdagangan pertama pekan ini, Senin (16/3/2026).
IHSG mencatat penurunan mingguan terdalam di Asia Tenggara sepanjang 9-13 Maret 2026. Pekan ini jadi ujian penting. Jika level support IHSG di 7.0007.100 mampu bertahan, ada harapan rebound terbatas.
Harga perak turun tajam mendekati US$80 per troy ounce akibat tekanan makroekonomi. Meskipun masih naik 13% tahun ini, sentimen investor berubah.