EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Ekonomi Iran di Ambang Kehancuran: Inflasi Tembus 90%, Rial Ambruk
Perekonomian Iran semakin terpuruk setelah delapan bulan menghadapi perang dan tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS).
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Perekonomian Iran semakin terpuruk setelah delapan bulan menghadapi perang dan tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS).
Perang Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran yang meletus sejak akhir Februari lalu kini menghantam keras perekonomian Irak.
Memimpin Berkshire Hathaway selama lebih dari enam dekade, legenda investor dunia Warren Buffett memberikan peringatan bak alarm darurat bagi masa depan mata uang Amerika Serikat (dolar AS).
Pemerintah Iran sedang menyiapkan opsi kenaikan harga BBM untuk mengurangi tekanan terhadap keuangan negara di tengah perang, sanksi AS, dan anjloknya nilai tukar rial.
WAKIL Presiden Iran, Mohammad Reza Aref menyatakan negaranya berada di ambang kemenangan besar dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) di tengah berlangsungnya perundingan
IMF mengungkap fakta jauh lebih mengerikan terkait utang nasional Amerika Serikat (AS) yang telah menyentuh angka fantastis USD39 triliun sekitar Rp666.215 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia menyesuaikan ketentuan ambang batas transaksi valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2026 di tengah tekanan pasar global akibat konflik...
Bank Indonesia (BI) menyesuaikan ambang batas transaksi valuta asing (valas) yang akan mulai berlaku pada April 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran saat ini berada di ambang kekalahan. Trump pun meminta pasukan AS meningkatkan serangan.
Biaya sewa kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah dari Timur Tengah ke China melonjak menembus USD200.000 atau sekitar Rp3 miliar per hari pada Kamis (26/2).