EWF | Alarm Bahaya Ekonomi: ‘Hantu’ Triple Defisit Kembali Meneror Indonesia
Indonesia sedang menghadapi tiga catatan defisit yang muncul dalam waktu berdekatan. Ketiganya datang dari sisi eksternal dan fiskal.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Indonesia sedang menghadapi tiga catatan defisit yang muncul dalam waktu berdekatan. Ketiganya datang dari sisi eksternal dan fiskal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto kembali melayangkan pernyataan kontroversial dan mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kali ini soal pelemahan nilai tukar rupiah. Prabowo menarasikan, anjloknya nilai tukar rupiah...
KEPUTUSAN rebalancing MSCI atau Morgan Stanley Capital International mendepak sejumlah saham dari pasar modal Indonesia dinilai menjadi alarm bagi transparansi dan tata kelola emiten
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permata Bank menilai peringatan dari MSCI serta lembaga pemeringkat internasional mulai menjadi alarm baru bagi kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia. Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengatakan,…
Dalam konteks hukum pertanahan, kepemilikan yang telah bersertifikat memberikan dasar yang kuat, namun setiap pemanfaatan oleh pihak lain tetap harus memiliki landasan yang jelas
PHK senyap sudah terjadi di berbagai sektor industri dipicu banjir impor, loyo rupiah, dan lesunya order. Pemerintah harus segera bertindak mencegah badai PHK.
Penyusutan kelas menengah di Indonesia dinilai bukan sekadar fenomena statistik, melainkan sinyal melemahnya fondasi ekonomi rumah tangga.
Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan BRENT ke US$ 91, mempengaruhi pasar finansial. BTC stabil di $74.000, sementara ETH dan altcoin mengalami penyesuaian.
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7% pada 2026, dipengaruhi oleh harga energi global dan ketegangan geopolitik.
Dalam dua bulan pertama tahun anggaran, defisit APBN telah mencapai Rp135,7 triliun. Lebih parahnya, kondisi ini diiringi kontraksi penerimaan negara sebesar Rp94,3 triliun.