EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi RI Masih 5%, Vietnam Bisa 9%
Menteri Airlangga Hartarto mengungkap penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal dari Vietnam, termasuk lambatnya digitalisasi dan perundingan dagang.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Menteri Airlangga Hartarto mengungkap penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal dari Vietnam, termasuk lambatnya digitalisasi dan perundingan dagang.
Indikator ekonomi RI menunjukkan perkembangan positif pada September 2026: inflasi terkendali, surplus perdagangan meningkat, dan manufaktur kembali ekspansif.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif kendaraan listrik anggarannya ada di Kementerian ESDM.
Pemerintah akan ubah standar kadar emas untuk PPN industri perhiasan dari 99,99 persen menjadi 99,9 persen dan bakal dituangkan dalam Peraturan Pemerintah baru.
Ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan inflasi terkendali, surplus perdagangan dan manufaktur kembali masuk zona ekspansi.
Airlangga Hartarto ungkap peran Drajad Wibowo sebagai Wamenko Perekonomian. KEK hingga isu internasional jadi fokus perhatian.
Airlangga mengatakan Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo akan berbagi tugas dan membantu dirinya dalam menjalankan tugas menko.
Pemerintah fokus pada ketahanan ekonomi dengan memperkuat industri pengolahan. Pertumbuhan sektor furnitur mencapai 11,82%, dorong ekspor dan kemitraan global.
Menko Airlangga menyatakan ekonomi hijau dapat menyerap 5,3 juta tenaga kerja pada 2029, berkontribusi 2,3 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, ekonomi hijau dapat dongkrak pertumbuhan ekonomi jika investasi masuk dan dikerjakan di dalam negeri.