EWF | 2 Pintu Minyak Dunia Rawan Terkunci! Para Ahli Peringatkan Titik Berbahaya Jalur Maritim
Kondisi keamanan jalur pelayaran minyak di Timur Tengah kini menyentuh level paling kritis.
EWF | Rupiah Bangkit ke Rp17.974 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.974 per dolar AS pada Rabu (5/8) pagi, menguat 53 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
EWF | Maraknya Penipuan Tiket Konser BTS, Garisbawahi Pentingnya Integrasi Identitas Digital
Penipuan tiket konser BTS World Tour ARIRANG di Jakarta picu kerugian jutaan rupiah. CEO Privy Marshall Pribadi tawarkan solusi Digital ID untuk berantas calo.
EWF | Rupiah Hari Ini 5 Agustus 2026: Menguat ke Rp17.972 per Dolar AS
Nilai tukar Rupiah menguat 55 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.972 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu pagi.
EWF | Bos BPKH Usulkan 3 Poin di Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menyampaikan 3 poin usulan dalam revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji.
EWF | Harga Emas Antam Logam Mulia Jatuh ke Rp2,5 Juta, Terburuk 7 Bulan
harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp2.599.000 per batang, atau turun Rp4.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
EWF | Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua Penggalangan Dana buat Negara Miskin
Penunjukkan Sri Mulyani bukan tanpa alasan. Eks Bendahara Negara tersebut mempunyai pengalaman dalam bidang keuangan pembangunan internasional
EWF | Bos BPKH Ungkap Pentingnya Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji
Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji mendesak untuk memperkuat lembaganya, maksimalkan pengelolaan keuangan haji.
EWF | Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp105 T per Juni 2026
OJK mencatat utang pinjaman online (pinjol) warga RI mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026, tumbuh nyaris 26 persen secara tahunan.
EWF | Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diramal Jatuh di Bawah 5%, Tekanan Fiskal Jadi Sorotan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 diproyeksikan melambat di bawah angka 5%, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) ungkap alasannya.
