EWF | Mudik Lebaran 2026 Dorong Konsumsi & Tingkatkan Perputaran Uang di Daerah
Momentum mudik Lebaran diprediksi dorong ekonomi nasional. Perputaran uang diperkirakan Rp 148 triliun, konsumsi tumbuh 10-15%, dan pertumbuhan ekonomi 5,4-5,5%
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Momentum mudik Lebaran diprediksi dorong ekonomi nasional. Perputaran uang diperkirakan Rp 148 triliun, konsumsi tumbuh 10-15%, dan pertumbuhan ekonomi 5,4-5,5%
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih melakukan pembahasan teknis pengenaan pajak ekspor batu bara bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, seraya menekankan kehati-hatian...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan bahan baku pupuk di tengah dinamika perdagangan global. Budi mengatakan pemerintah fokus menjaga stabilitas pasokan...
Perang AS dan Israel terhadap Iran mengganggu aliran minyak dan gas dunia hingga menyebabkan Asia Tenggara kelabakan. China mencoba mengambil peran.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kesepakatan dagang ART dengan AS tidak melanggar undang-undang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Jember mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang memasuki periode arus balik Lebaran akhir pekan ini.
Lonjakan investasi di Batam mendorong percepatan proyek properti modern, didukung kolaborasi pembiayaan dan pengembangan kawasan terpadu berbasis teknologi.
Presiden AS Donald Trump berkali-kali menyampaikan pernyataan yang terdengar tegas, meyakinkan, bahkan seperti menandakan perang sudah akan berakhir.
Potensi keruntuhan sebuah bangsa sering kali tidak disebabkan oleh faktor eksternal, melainkan inkompetensi kepemimpinan