EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Kemendag Sebut Ekspansi O!Save asal Filipina ke RI Bukan Bisnis Asing
Dirjen PDN Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menilai ekspansi O!Save asal Filipina ke RI tak otomatis berarti bisnis tersebut masuk dalam kategori PMA.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Dirjen PDN Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menilai ekspansi O!Save asal Filipina ke RI tak otomatis berarti bisnis tersebut masuk dalam kategori PMA.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pengaturan lebih lanjut terkait demutualisasi bursa akan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Kebiasaan mengelola uang sejak usia muda dinilai dapat menentukan kondisi keuangan seseorang dalam jangka panjang. Karena itu, generasi muda tidak hanya perlu memikirkan cara memperoleh dan menggunakan...
Rombak strategi pemasaran, pemerintah siapkan program digitalisasi dan legalitas merata bagi 65 juta UMKM Indonesia.
Kementerian Perdagangan buka suara soal ekspansi jaringan ritel asal Filipina, O!Save, ke Indonesia. Kemendag menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan.
Menteri LH Muhammad Jumhur Hidayat menyebut Koperasi Desa Merah Putih berpeluang terlibat dalam perdagangan karbon nasional.
Pendidikan pertambangan akan menjadi pondasi masa depan bangsa. Pendidikan merupakan penggerak utama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Platform perdagangan aset keuangan digital Bittime mencatat transaksi Tokenized US Stocks meningkat 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara disebut telah menyampaikan minat terkait skema demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Minat tersebut disampaikan melalui Danantara Investment Management (DIM), meski bentuk dan...
OJK mencatat total pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lintas sektor jasa keuangan mencapai Rp1.948,72 triliun pada Juni 2026.